Pendahuluan (Pertamax)
05 Sep 2010 Leave a Comment
in Serius
Bismillah
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Muqoddimah[1]
Segala puji beriring cinta dan pengagungan hanya bagi Alloh, kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya.
Dan kami berlindung kepada Alloh dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal-amal kami, barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh maka tidak akan ada yang mampu menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Alloh maka tidak akan ada yang mampu menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali hanya Alloh yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan Islam.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 102)
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Alloh menciptakan isterinya, dan dari keduanya Alloh memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Alloh yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An Nisaa’ [4]: 1)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Alloh dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Alloh memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Alloh dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzaab [33]: 70-71)
Amma ba’du
Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabulloh, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam, dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, dan setiap yang diada-adakan dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
[1] Ini adalah khutbatul hajjah, pembuka khutbah yang seringkali dipakai oleh Rosululloh untuk membuka khutbah-khutbahnya, yang menunjukkan betapa penting makna dan kandungan khutbah ini, maka perhatikanlah. Khutbah hajjah diriwayatkan enam sahabat, yaitu Abdulloh bin Mas’ud, Abu Musa Al asy’ari, Abdulloh bin Abbas, Jabir bin Abdulloh, Nubaith bin Syarith dan Aisyah, serta seorang tabi’in yaitu Zuhri. Khutbah Hajat hukumnya sunnah dan penuh mutiara-mutiara hikmah. (Lihat majalah Al Furqon Edisi 11 tahun ke-6, hal. 13-19)