Antara akal dan wahyu

Perbandingan akal dengan wahyu adalah seperti perbandingan mata dengan cahaya. Sebagaimana mata tidak bisa melihat tanpa cahaya, maka demikian juga akal tidak akan mengenal kebenaran tanpa wahyu.

Dengan demikian, mana yang benar, memperjuangkan agama dengan akal-akalan (yang sebagiannya diadopsi dari pemikiran kaum kuffar), atau memperjuangkan agama dengan petunjuk wahyu, dengan manhaj dakwah para nabi dan rosul, yaitu dengan DAKWAH TAUHID?!

Silahkan masing-masing menjawabnya, dan biarkan sejarah yang akan menjadi saksi.. Wallohu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog yang laen:

kaptenbombay.wordpress.com salafyipb.wordpress.com waroengbombay.wordpress.com

Renungkan!!!

Wahai ikhwan abal-abal yang hobinya tebar-tebar pesona!! Apalah gunanya engkau dikenal oleh banyak akhwat di dunia bila tak satu pun bidadari surga yang sudi bahkan untuk sekedar melihat wajahmu?!

Maaf…

Pesan ini ditujukan kepada siapapun yang pernah berinteraksi dengan saya. Jika saya ada salah dalam bentuk apapun, maaf ya.. Dan jika ada praduga dan prasangka di hati anda, tak perlu sungkan untuk mengklarifikasikannya ke saya, ke didi_palaz@yahoo.com. Demikian juga bila ada kritik, saran, atau yang lainnya...
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.