Kita bersatu pada apa yang kita sepakati…????
18 Sep 2010 Leave a Comment
in Serius
Akhi, ukhti, mungkin kalian pernah mendengar mengenai kaidah “Kita bersatu pada apa yang kita sepakati dan bertoleransi dalam hal yang kita perselisihkan”, maka inilah pembahasannya:
“Yang pertama kali mencanangkan kaidah ini adalah Syaikh Muhammad Rasyid Ridho Rohimahulloh, beliau juluki kaidah ini dengan nama kaidah emas. Kemudian Syaikh Muhammad Rasyid Ridho Rohimahulloh melihat bahwa kaidah ini adalah kaidah yang merusak, maka beliau berlepas diri darinya … tetapi Hasan Al Banna mengambilnya dan sering mendengung-dengungkannya, dan jadilah kaidah ini kaidah yang suci bagi para pengikutnya, mereka jadikan senjata untuk menolak setiap seruan untuk bersatu di dalam kebenaran, dan mereka jadikan senjata untuk membela kesesatan ahli bid’ah.” (Maqalat Salafiyyah, Syaikh Salim Al Hilaly, hal 11)
Diantara efek-efek negatif pengamalan kaidah ini adalah:
- Membuka pintu yang lebar untuk semua kejelekan karena harusnya toleransi kepada setiap penyelewengan
- Menambah perpecahan dan perselisihan karena kaidah ini akan menjadi sebab tersebarnya pemikiran sesat
- Membuka jalan-jalan yang ditutup oleh Syariat karena membiarkan orang-orang yang menyeleweng dari jalan Alloh yang lurus
- Menghilangkan identitas seorang muslim dan identitas pengikut sunnah karena kaidah ini membuat kekaburan antara sunnah dan bid’ah, antara haq dan batil, dan antara petunjuk dan kesesatan
- Tidak akan terjadi persatuan karena persatuan hanya akan terjadi dengan mengikuti kitab dan sunnah, bukan dengan membiarkan manusia sesuai kehendaknya dengan alasan toleransi.
(Diambil dari majalah Al Furqon edisi 5 Tahun IV “Demokrasi Bukan Syuro’” dalam bahasan “Kaidah Toleransi dalam Timbangan”). Wallohu a’lam.