Lagi, Saya dulu Salafy

Masih mengenai ucapan “Saya dulu salafy”, aku berpikir, jika memang dulu dia ngaji di ustadz yang berpemahaman salafy, kenapa kemudian dia meninggalkannya? Kemudian, aku menemukuan beberapa argumen untuk menjawab pertanyaan ku sendiri, adapun jawaban sebenarnya, ya ga tau, atau mungkin ada yang mau menanggapi tulisan ku ini, mungkin…

Pertama, orang yang baru memahami jalan hidup salafy tentu akan kaget dengan banyaknya kesalahpahaman dalam beragama yang umum ada di masyarakat. Maka dia pun menjadi terasing di masyarakat ketika dia mencoba mengamalkan sunnah. Maka keterasingannya itu membuatnya tertekan, lalu menyerah pada keadaan, lalu meninggalkan jalan para salaf.

Kedua, orang ini awalnya hizbiyah (IM, HT, dan lainnya), lalu mengenal salafy, tertarik, dan mulai rajin medatangi kajian salafy. Serupa dengan hal yang pertama, dia pun menjadi asing bagi teman-temannya di harokah, dijauhi atau pun menjauhi, kehilangan teman dekat dan seterusnya sampai level dia tertekan dengan keterasingannya, lalu kembali mencebur ke harokah.

Ketiga, seperti kedua, dia awalnya harokah atau pengikut aliran kepercayaan, lalu menyadari kesalahannya, maka dia pun mecari kebenaran. Mendatangi kajian ini kajian itu (yang mungkin salah satunya kajian salafy). Namun dia terburu-buru mencari kebenaran, maka dia menggunakan perasaannya. Ketika dia duduk di kajian salafy, dia pun menggunakan perasaannya, dia merasa ustadznya keras karna sang ustadz berkata ini sesat itu bid ‘ah, ini bathil itu syirik. Dengan perasaannya, orang ini mengartikan ucapan sang ustadz sebagai tuduhan pada personal-personal. Padahal ustadz tadi hanya menjelaskan mana yang benar mana yang salah, tanpa mengecap bahwa orang yang melakukan hal tersebut berarti pasti sesat. Namun, karena bekalnya hanya perasaan (dengan sedikit ilmu), maka dia salah mengartikan ucapan sang ustadz, lalu menganggap kajian salafy sebagai kajian ekstrim, maka dia pun meninggalkannya.

Yah, setidaknya tiga hal itu yang bisa aku paparkan. Mungkin ada yang ingin menambahkan? Wallohu a’lam.

2 Comments (+add yours?)

  1. ibnu abdillaah
    Mar 15, 2012 @ 13:11:23

    …tanpa mengecap bahwa orang yang melakukan hal tersebut berarti pasti sesat…

    kalau mengecap “orang itu sesat” maka ini tidak mengapa akh, karena hanya ada dua pilihan, “orang itu (di jalan yang benar) benar, atau orang itu (di jalan yang sesat) sesat [yaitu mengikui hawa nafsu, atau berada diatas kebodohan]”

    yang jadi masalah, apakah orang yang melakukan kekufuran PASTI KAFIR.. atau orang yang melakukan kebid’ahan PASTI AHLUL BID’AH..

    adapun mencap “kafir” (orang per orangnya), maka ini lain persoalan, karena ini mengeluarkan seseorang dari keislamannya. Seseorang yang masuk islam dengan keyakinan, maka tidak boleh dikeluarkan dengan keraguan. Maknanya, kekafirannya itu harus jelas, dan ia benar-benar telah tegak hujjah ketika meyakini/melakukan/mengucapkan suatu kekufuran.

    adapun mencap “ahlul bid’ah” (orang per orangnya), maka para ulama berselisih pendapat; sebagian ulamaa (seperti syaikhul islaam ibnu taimiyyah) mengatakan bahwa seseorang dikatakan ahlul bid’ah, apabila seseorang meyakini/melakukan/mengucapkan suatu bid’ah yang masyhur dikalangan kaum muslimin… adapun ulama lain (seperti imam asy syaafi’iy diantaranya)… menyamakan vonis kafir dengan vonis fasiq; yaitu harusdengan penegakkan hujjah terlebih dahulu… dan yang kedua ini, yang dianggap lebih tepat,

    wallaahu a’lam..

    Reply

    • Teabombay
      Mar 18, 2012 @ 22:57:34

      Benar, ini adalah tulisan umum tanpa mengecap person dan pribadi, karena untuk menghukumi secara perorangan bukanlah kapasitas kita..
      Syukron masukannya..

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog yang laen:

kaptenbombay.wordpress.com salafyipb.wordpress.com waroengbombay.wordpress.com

Renungkan!!!

Wahai ikhwan abal-abal yang hobinya tebar-tebar pesona!! Apalah gunanya engkau dikenal oleh banyak akhwat di dunia bila tak satu pun bidadari surga yang sudi bahkan untuk sekedar melihat wajahmu?!

Maaf…

Pesan ini ditujukan kepada siapapun yang pernah berinteraksi dengan saya. Jika saya ada salah dalam bentuk apapun, maaf ya.. Dan jika ada praduga dan prasangka di hati anda, tak perlu sungkan untuk mengklarifikasikannya ke saya, ke didi_palaz@yahoo.com. Demikian juga bila ada kritik, saran, atau yang lainnya...
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.