Ga pake judul (SB-3)
29 Sep 2010 Leave a Comment
in Serius
Sesungguhnya Alloh mengharamkan kepada neraka orang yang berkata LA ILAHA ILLALLOH dengan ikhlas dari hatinya & mengharapkan (pahala melihat) Wajah Alloh. (HR. Bukhori-Muslim)
Wahai anak Adam! Jika dosamu sampai setinggi langit, kemudian engkau minta ampun kepada-Ku, niscaya Aku beri ampun kepadamu. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan Aku dengan yang lainnya, niscaya Aku datang (memberi) padamu dengan ampunan sepenuh bumi juga. (HR. Tirmidzi)
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkn hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman’, dan mereka tidak DIUJI? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Alloh pasti mengetahui orang-orang yg benar dan pasti mengetahui orang-orang yg dusta. (QS. Al Ankabut [29]: 2-3)
Musibah yg menimpa kita, baik terhadap diri maupun negeri ini, bisa jadi merupakan teguran atas dosa-dosa yg kita lakukan, agar kita kembali bertaubat kepada Alloh atas dosa-dosa tersebut. Alloh berfirman yg artinya “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yg benar).” (Ar Ruum [30]: 41)
Bukanlah “Kapan datangnya hari kiamat” yg menjadi masalah, tetapi masalahnya adalah “Apa yg telah kita siapkan untuk menghadapi hari kiamat itu?”
Kenapa manusia begitu khawatir dengan datangnya kiamat, tapi tidak takut dengan kematian. Padahal kematian kadang datang dengan tiba-tiba. Maka manfaatkanlah hidup, sebelum datang kematian.
Betapa banyak manusia yg rajin membaca koran namun lalai membaca Al Qur’an, padahal ayat Al Qur’an yg pertama diturunkan adalah “BACALAH!!”
Dan mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang menyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al Baqoroh [2]: 45-46)
Dalam hidup ini, hanya ada dua jalan yg terbentang di hadapan kita, jalan ke surga, atau ke neraka. Orang yang berakal tentunya akan memilih jalan ke surga. Namun, jalan ke surga tak semudah yg dibayangkan. Di dalamnya terdapat onak duri, dipenuhi dengan perkara yang dibenci dan berat bagi jiwa. Akan tetapi kesudahan dari kesulitan ini adalah kebahagiaan dan kesenangan yg abadi.
Salah satu golongan yang akan mendapat naungan Alloh di hari yg tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (hari akhir) adalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Alloh.
Tempat yang penuh dengan taman-taman kenikmatan, makanan dan minumannya adalah apapun yg kita inginkan, dan pelayannya adalah para pemuda yang rupawan. Itulah surga, maka kejarlah ia.
Tempat yang penuh dengan api yang bahan bakarnya manusia dan batu, minumannya darah dan nanah, dan penjaganya adalah para malaikat yang kasar. Itulah neraka, maka larilah darinya.
Peliharalah dirimu dari adzab kiamat, hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya, karena di hari itu setiap orang hanya sibuk dengan dirinya.
Sebab terbesar bagi lapangnya hati seseorang adalah dengan memurnikan tauhid kepada Alloh, karena sesungguhnya syirik adalah penyakit hati yang terbesar.
Tiga hal yg membinasakan: Kekikiran yang ditaati, Hawa nafsu yang diikuti, dan Merasa bangga terhadap diri sendiri (ujub). Tiga hal yang membawa keselamatan: Berbuat adil ketika marah dan ridho, Sederhana ketika miskin dan kaya, dan Takut kepada Alloh dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan.
Kesabaran itu seperti namanya, memang terasa sangat pahit. Akan tetapi buahnya akan terasa lebih manis dari madu.
Alloh mewajibkan seluruh umat Islam melaksanakan sholat. Keislaman seseorang tidak akan tegak kecuali dengan sholat. Jika demikian, mengapa masih banyak di antara kita yang menyepelekan bahkan meninggalkannya?
Alloh berfirman yg artinya “Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yg beriman.” (An Nisa 103). Rosul bersabda “Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. At Tirmidzi)
URGENSI SHOLAT DALAM ISLAM
-Tiangnya agama
-Wasiat terakhir Nabi kepada umat
-Ibadah yg pertama kali dihisab (Sabda Nabi “Pertama kali yang akan dihisab pada hari kiamat dari seorang hamba adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka baik pula seluruh amalannya, jika jelek maka jelek pula seluruh amalannya.” (HR. Ath Thobroni)
KEUTAMAAN DAN MANFAAT MENGERJAKAN SHOLAT
-Mencegah perbuatan keji dan mungkar
-Penghapus dosa dan kesalahan
-Cahaya di dunia dan akhirat
-Pahala dan meninggikan derajat
-Solusi dari berbagai permasalahan
-Sehat dengan sholat
Orang yang meninggalkan sholat terancam dengan siksa Alloh dan murka-Nya, menderita di dunia dan akhirat. Firman Alloh mengisahkan tentang penduduk neraka yg artinya, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqor (neraka)? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat.” (Al Muddatsir 42-43)
Special edition:
Ilmu adakalanya adalah penukilan (pengambilan) yang jujur dan adakalanya adalah istidlal (penyimpulan dalil) yang muhaqqaq (teliti) sedangkan amanah adalah pokok dari keduanya. Adapun khiyanat adalah cabang yang rusak yang menggerogoti pokok yang agung ini dan dia adalah tabiat yang terlarang. Diantara contoh khiyanat adalah tahrif (penyelewengan dalil baik dalam lafadz maupun maknanya) yang merupakan pembatal terbesar terhadap amanah penukilan nash dan perusak terbesar di dalam amanah analisa istidlal dan makna-makna. Kaum muslimin telah sepakat atas haramnya tahrif karena dia adalah saudara kedustaan, karena dia adalah pengkabaran yang berbeda dengan hakikatnya.
Dusta adalah mengabarkan sesuatu tidak sebagaimana kenyataanya, baik sengaja ataupun tidak. Itulah sebabnya kita diperintahkan untuk mengecek kebenarn info yang datang sebelum menerimanya. Terlebih dalam hal agama di mana musuh-musuh Islam telah memasukkan begitu banyak hadits-hadits palsu. Maka hendaknya setiap kita brhati-hati dalam menerima hadits, terlebih dalam menyebarkannya, karena jika tidak maka bisa saja, baik sengaja maupun tidak, kita telah berdusta atas nama agama.
Sesungguhnya Islam adalah satu-satunya agama yang benar di antara agama-agama lainnya yang batil, dan pemahaman Sahabat adalah satu-satunya pemahaman yang benar di antara pemahaman-pemahaman yang ada dalam Islam. Maka tak heran jika jalan yang selamat ini tak mudah untuk didapatkan, karena dia adalah minoritas di antara banyak jalan yang membinasakan. Masalah yg ada, di jalan apakah sekarang kita berjalan? Jalan yang selamatkah, atau justru jalan yang membinasakan? Jika engkau ingin tau, maka pelajarilah agama ini dengan benar, dengan sungguh-sungguh, dengan dalil, tak sekedar katanya dan katanya. Dan jika engkau mempelajari agama ini dengan benar, maka engkau akan mengenal kebenaran, dan engkau akan tau, apakah engkau berjalan di atas kebenaran, atau tidak. Dan kami berlindung kepada Alloh, dari jalan-jalan yang membinasakan.
Islam adalah agama petunjuk, lantas untuk apa kita meminta petunjuk di setiap bacaan al fatihah kita? Jawabnya, sesungguhnya yang kita minta adalah petunjuk yg terperinci. Benar bahwa Islam adalah petunjuk, namun dari sekian banyak ajaran Islam, berapa banyak yang kita tau? Inilah yang pertama kita minta, yaitu ilmu. Kmudian, dari sedikit ilmu yang kita miliki, berapa banyak yang kita mau amalkan? Inilah hal kedua yang kita minta, yaitu keinginan untuk beramal. Lalu, dari sedikit amal yg mau kita amalkan, berapa banyak yang kita sanggup amalkn? Inilah hal ketiga yang kita minta, yaitu kemampuan untuk beramal. Dan yg keempat adalah keistiqomahan untuk beramal. Demikianlah empat hal yang hendaknya kita minta di saat kita meminta petunjuk kepada Alloh, yaitu ilmu, keinginan, kemampuan, dan keistiqomahan. Wallohu a’lam.
Renungan malam… Sejenak, hitunglah, berapa banyak ilmu agama yang telah engkau pelajari, lantas di mana amal? Padahal ilmu itu dipelajari bukan untuk berbangga, mencari dunia, atau mencaci manusia, akan tetapi untuk mengenal-Nya dengan pengenalan yang membuat kita bersimpuh di hadapan-Nya, yang Mahamengetahui segala niat dan perbuatan kita. Semoga Alloh merahamatimu saudaraku, ketahuilah bahwa buah ilmu adalah rasa takut kepada Robb semesta alam, maka hendaknya bertaubat orang-orang yang menghianati ilmunya! Hendaklah bertaubat orang-orang yang hanya menumpuk ilmu tanpa mengamalkannya!! Hendaklah bertaubat orang-orang yang ilmu hanya menambah keangkuhan dan menambah keras hatinya!!! Atau engkau akan menjadi orang pertama yang neraka dipanaskan untuknya!!!
Sesungguhnya umat Islam diperintahkan untuk bersatu. Namun, persatuan yg diperintahkan tentunya adalah persatuan yang syar’i, yaitu persatuan karena Alloh dan untuk Alloh. Maka sungguh aneh bila ada pihak-pihak yang menyerukan persatuan atas nama partai, lembaga, organisasi, atau lainnya, yang pada hakikatnya hal tersebut adalah perpecahan karena mengkotak-kotakkan umat Islam ke dalam partai ini dan partai itu yg masing-masing mengklaim memperjuangkan Islam. Inikah persatuan?!
Ghozwul fikr, adalah konsep perang pemikiran yang dilaksanakan oleh musuh-musuh Islam karena mereka sadar tak mampu melawan Islam dengan senjata bila kaum muslimin tegar di atas agamanya. Maka mereka pun berusaha untuk menjauhkan kaum muslimin dari ajaran agamanya, dan sedikit banyak mereka berhasil. Lihatlah keadaan kaum muslimin dewasa ini, semuanya (kecuali yang di jaga oleh Alloh) telah jauh dari agama dan kmudian berkiblat pada kebudayaan barat hampir dalam semua segi, persis dengan apa yang diisyaratkan oleh Rosululloh “Sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hinga bila mereka masuk lubang biawakpun akan diikuti” au kama qola. Tak terkecuali para pemuda yang memiliki semangat tinggi dalam beragama namun tak terkontrol dengan ilmu, mereka pun menjadi korban ghozwul fikr tanpa mereka sadari, seperti berdemonstrasi dan bernasyid yg pada dasarnya adalah bentuk tasyabbuh dgn kaum kuffar. Maka hanya kepada Alloh lah kami memohon keselamatan.
Metode ilmiah tidak hanya diperlukan dalam ilmu dunia, tapi juga dalam ilmu agama, sehingga setiap orang tidak berbicara semaunya. Metode ilmiah dalam Islam diantaranya adalah sanad yg merupakan kekhususan umat Islam dibanding agama-agama lainnya. Dan dengan sanad inilah Alloh menjaga keotentikan agama Islam dari segala macam penyimpangan, berbeda dengan agama lainnya yang telah tidak otentik. Dengan demikian, untuk mengecek di manakah kebenaran di antara kelompok-kelompok dalam Islam pun dapat dilakukan dengan pemeriksaan sanad kelompok-kelompok itu, kelompok yang memiliki sanad yang selamat, maka dialah kelompok yang selamat, wallohu a’lam.
Bagaikan mata yang tak dapat melihat tanpa cahaya, demikianlah akal tak akan mampu melihat kebenaran tanpa bimbingan wahyu.
“Sesungguhnya seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Alloh, namun tidak ada satu amal yang bisa mengantarkannya ke sana, maka Alloh senantiasa mencobanya dengan sesuatu yang tidak disukainya sehingga dia bisa sampai pada kedudukannya itu.” (Shohih, HR Abu Ya’la 6069). “Barangsiapa yang dikehendaki Alloh kebaikan pada dirinya maka Dia akan memberikan cobaan-cobaan kepadanya.” (HR Bukhori)
Sesungguhnya as sunnah itu bagaikan bahtera Nuh, barangsiapa yang naik maka dia akan selamat, dan barangsiapa yang ketinggalan maka dia akan tenggelam.
Makanan yang enak akan terasa tidak enak bila kita sedang sakit, namun jika kita tidak makan maka kita akan tambah sakit, maka kita harus memaksa diri kita untuk makan. Demikian pula ibadah yang nikmat tidak akan terasa nikmat bila hati kita sakit, namun jika kita berhenti ibadah maka hati kita akan tambah sakit, maka kita harus memaksa diri kita untuk tetap beribadah. Keep istiqomah, hamasah!