Kepada Para Mahasiswa yang Merindukan Kejayaan

Akhi, ukhti, semoga Alloh Subhanahu wa ta’ala menerangi hatiku dan hati kalian dengan kebenaran dan kesabaran. Karena salah satu penyakit penuntut ilmu adalah tidak adanya kesabaran dalam belajar, ingin cepet-cepet menguasi banyak hal, dalam keadaan pondasi ilmu yang lemah. Yang paling tampak adalah tidak adanya skala prioritas dalam belajar, terutama bagi mahasiswa-mahasiswa (aku menulis “Mahasiswa” karena tulisan ini kubuat saat aku masih menjadi mahasiswa. Jika ingin diperluas, silahkan mengganti kata mahasiswa dengan kata pemuda). Kita disibukkan dengan urusan kuliah sehingga dalam menuntut ilmu syari kita serampangan, tidak bisa membedakan mana yang lebih penting dari yang penting, tanpa ada skala prioritas. Parahnya lagi, bagi mahasiswa seperti kita yang notabenenya adalah para pemuda dengan semangat membara yang begitu mudah disulut oleh isu-isu (terutama isu politik) maka jadilah semangat yang berkobar tanpa dukungan ilmu yang cukup. Rasa cemburu terhadap terhinanya Islam membuat sebagian besar orang-orang yang menginginkan kejayaan Islam (terutama mahasiswa aktivis Islam) menceburkan dirinya dalam kancah politik, dengan bekal ilmu yang minim. Dan bisa ditebak kan apa yang terjadi dengan usaha perbaikan tanpa tahu ilmu bagaimana cara memperbaikinya? Kerusakan yang timbul lebih besar dari kebaikan yang dihasilkan. More

Fenomena Perpecahan Umat Islam

Pada dasarnya perpecahan itu dilarang sebagaimana firman Alloh ‘Azza wa Jalla yang artinya:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Alloh kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Alloh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Alloh, orang-orang yang bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imron [3]: 103)

Tapi merupakan kebijaksanaan Alloh, ketika Dia melarang sesuatu, maka Dia jadikan sesuatu itu sebagai ujian, sebagaimana Alloh mengharamkan khamr dan babi, tapi Dia tetap menciptakannya, Maha Suci Alloh dengan segala perbuatan-Nya yang penuh kebijaksaan. Inilah ujian itu, apakah kita mampu menjalaninya, atau tidak, semoga Alloh menguatkan kita menghadapi ujian ini. Maka, ujian berupa perintah menjauhi perpecahan, adalah berupa kenyataan terjadinya perpecahan itu sendiri. Apakah kita akan ikut berpecah belah, atau bertahan pada kelompok yang dimenangkan?? More

Kontradiksi

Teman, semoga Alloh merahmati aku dan kalian, aku punya sebuah pertanyaan, mungkinkah dua buah hal yang kontradiksi bisa sama-sama benar? Tapi sebelum kalian menjawab, renungilah hal di bawah ini.

Menurutku, jika ada dua hal yang kontradiksi, maka setidaknya ada empat kemungkinannya:

  1. Kedua kontradiksi tersebut sebenarnya hanya seolah-olah kontradiksi, tapi jika diteliti lebih lanjut sebenarnya keduanya tidaklah kontradiksi, hanya saja kita yang belum tau bagaimana menggabungkan kedua hal yang tampaknya kontradiksi tersebut.
  2. Kedua-duanya memang kontradiksi, tapi kedua-duanya benar.
  3. Kedua-duanya memang kontradiksi, tapi kedua-duanya salah.
  4. Kedua-duanya memang kontradiksi, tapi yang satu benar, dan yang satunya salah.

Kemudian, jika hal ini sudah dipahami, marilah kita sedikit berpikir kritis, agak panas dan mungkin memancing emosi karena sedikit menggugat keyakinan kita, tapi yakinlah, aku hanya ingin bertanya, aku hanya ingin berbagi.

Tentang sebuah keyakinan, tentang sebuah jalan yang masing-masing kita telah memilih dan sedang menempuhnya, tentang sebuah prinsip hidup, dan tentang sebuah perjuangan dakwah di jalan Alloh Azza wa Jalla. Mengapa masing-masing kita saling kontradiksi? Kontradiksi yang tidak hanya melahirkan perbedaan semata, tidak hanya perbedaan yang masih bisa ditoleransi, tapi juga menimbulkan perselisihan, perdebatan, pertikaian, permusuhan, saling caci, konflik fisik, dan tidak sedikit terjadi pertumpahan darah. Mengapa?? More

Bombay???

Bombay???

Yah, begitulah ekspresi yang umumnya terjadi saat aku kenalan sama orang. Bombay bukanlah namaku, namun itu panggilan yang paling sering kupake selama kurang lebih enam tahun ini, panggilan yang berawal dari keisengan temen di zaman SMA dulu.

Tamat SMP di sebuah desa kecil di daerah pedesaan Lampung Selatan, orang tuaku mengirimu ke Bandar Lampung untuk melanjutkan sekolah, di sana aku diterima di SMA N 2 Bandar Lampung, dan tingggal di rumah bibi di Sukarame.

Anak kampung sekolah di kota, ya begitulah, kuper n gaptek. Bahkan ketika untuk pertama kalinya belajar komputer, masuk lab komputer, duduk di depan layar trus bu gurunya bilang “Ya, buka mikroskopnya”, maka aku tingak-tinguk nyari mikroskop, hahaha, dikemudian hari aku tau ternyata si ibu bilang “Microsoft”, bukan mikroskop. More

Kumpulan SMS Tausiah Jilid 3

1. Alloh adalah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. (An Nur: 35) Maka, pernahkah kita bertanya kepada diri kita -ketika kita merasakan adanya kegelapan di dalam dada atau hati- “Apa yang menghalangi kita dari cahaya besar yang memenuhi segenap alam semesta?!”

2. Tips mengelak & menghindari dosa:

  1. Anggap besar dosa
  2. Tidak meremehkan dosa
  3. Tidak menceritakan dosa
  4. Taubat nasuha yang tulus
  5. Jika dosa berulang, maka ulangi bertaubat
  6. Jauhi faktor-faktor penyebab kemaksiatan
  7. Lakukan kebajikan setelah keburukan
  8. Jangan berpisah dengan orang-orang yang baik
  9. Jangan cela orang lain karena perbuatan dosanya
  10. Merealisasikan tauhid More

Blog yang laen:

kaptenbombay.wordpress.com salafyipb.wordpress.com waroengbombay.wordpress.com

Renungkan!!!

Wahai ikhwan abal-abal yang hobinya tebar-tebar pesona!! Apalah gunanya engkau dikenal oleh banyak akhwat di dunia bila tak satu pun bidadari surga yang sudi bahkan untuk sekedar melihat wajahmu?!

Maaf…

Pesan ini ditujukan kepada siapapun yang pernah berinteraksi dengan saya. Jika saya ada salah dalam bentuk apapun, maaf ya.. Dan jika ada praduga dan prasangka di hati anda, tak perlu sungkan untuk mengklarifikasikannya ke saya, ke didi_palaz@yahoo.com. Demikian juga bila ada kritik, saran, atau yang lainnya...
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.