Untuk apa iri?
12 Dec 2010 Leave a Comment
in Nyantai
Mungkin terkadang sebagian dari kita pernah berkata “Wah, kayaknya enak jadi dia” atau “Hmm, coba aku jadi dia ya”, atau ungkapan-ungkapan lain yang menunjukkan rasa iri kita terhadap apa yang dimiliki orang lain. Jika kamu termasuk orang seperti itu, maka aku katakan kepadamu, “Sesungguhnya setiap akibat selalu ada sebabnya.”
Memang, jika kita hanya melihat hasil yang telah diperoleh seseorang maka kita akan melihat sisi menyenangkannya. Tapi kita harus sadar, apa yang diperoleh seseorang itu tentu merupakan hasil dari sekian banyak sebab-sebab yang telah dia kerjakan dan perjuangkan sebelumnya. Dan belum tentu jika kamu yang diberi kesempatan untuk mengerjakan sebab-sebab itu maka kamu akan sanggup, bahkan belum tentu juga kamu akan mau. Lantas, bagaimana kemudian kamu menginginkan hasil tanpa sanggup atau bahkan tanpa mau mengerjakan sebabnya?
Maka, daripada kita sibuk ngiriin apa yang telah diperoleh orang lain, lebih baik kita ngurusin apa yang bisa kita peroleh. Nah, yang pertama harus kamu miliki adalah tujuan, tujuan apa yang ingin kamu peroleh dari kehidupan ini. Setelah itu, kejarlah tujuan itu dengan cara-cara yang benar. Dan ketahuilah, bahwa mengejar tujuan itu tentu tidak mudah, akan ada banyak halangan dan rintangan. Namun ketahuilah pula, susahnya halangan dan rintangan itu ga ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kenikmatan yang akan kita peroleh bila tujuan kita tercapai, dengan catatan tujuan itu baik dan dilakukan dengan cara-cara yang baik pula.
Jadi, berjuanglah, kejar tujuanmu, tak perlu iri dengan apa yang didapatkan oleh orang lain, katakan saja pada diri kita, “Wahai diri, untuk apa engkau iri dengan apa yang didapatkan orang lain? Bukankah meskipun engkau tidak mendapatkan apa yang didapatkan orang lain, toh orang lain itu juga belum tentu mendapatkan apa yang engkau dapatkan?”