Sutroh oh sutroh
26 Feb 2011 2 Comments
in Nyantai
Kita awali dulu dengan pengertian sutroh, yaitu sesuatu yang kita jadikan pembatas tempat sholat kita, diletakkan di depan kita dengan jarak kira-kira tiga hasta, dan tingginya seukuran pelana (kurang lebih 30 cm) atau lebih. Tujuannya adalah agar orang tidak lewat di depan kita saat sholat, karena telah datang ancaman yang keras dari Rosululloh Sholallohu’alahi wa sallam bagi orang yang lewat di depan orang yang sedang sholat. Nah, supaya orang ga lewat di depan kita saat sholat itulah makanya kita mencari atau meletakkan sutroh di depan kita saat kita sholat. Adapun kalo orang lewat di depan sutroh (atau bukan lewat di antara kita dan sutroh) maka itu ga papa. Tapi kalo tu orang mau lewat di antara kita dan sutroh, maka wajib bagi kita menghalangi orang itu sampai tiga kali dengan tangan kita. Kalo setelah tiga kali orang itu tetep masih ngotot mau lewat di depan kita, maka kita perangi dia karena sesungguhnya orang itu adalah setan!
Sutroh itu bisa berupa dinding, tas, tombak, punggung orang, dll lah. Dan untuk kasus sutroh berupa orang, kalo orangnya pergi maka kita mendekati tempat yang dapat dijadikan sutroh dengan berjalan, tapi jalannya harus tetap menghadap kiblat, ga boleh belok-belok. Dan ini cerita lucunya..
Bagi orang yang baru tau perintah bersutroh di saat sholat, sangat semangat mengamalkan sunnah yang banyak ditinggalkan oleh banyak kaum muslimin ini. Tapi sebagian mengamalkannya dengan berlebihan tanpa memperhatikan batasannya.
Kasus pertama, ketika di SMA dulu, ketika dua orang temanku ikut sholat jamaah yang dilakukan di bagian belakang masjid. Saat itu imamnya ga pake sutroh, dan dua temen ini adalah makmum yang masbuk (tertinggal). Ketika imam salam, mereka berdua berdiri, lalu berjalan mencari sutroh berupa tiang di bagian tengah masjid yang jaraknya cukup jauh, eh tu tiang cuma satu, dan ga pas pula berada di hadapan mereka sehingga ada yang berjalan rada belok meski tetep menghadap ke kiblat. Trus terjadilah cepet-cepetan nyampe ke tiang itu, dan yang kalah akhirnya banting setir langsung bablas mendekati dinding masjid bagian depan. Melihat itu ya aku ketawa aja, lucu, lagi sholat kok balapan jalan cepet, hehe.
Kasus kedua, baru-baru ini juga ada temen yang cerita. Ketika temennya sholat dengan ada sutroh, trus ketika dia lagi posisi duduk eh sutrohnya pergi, jadilah dia mendekati sutroh dengan cara ngesot, huahahaha..
Akhirnya kemudian kami tahu, kalo kasusnya kaya kasus pertama gitu kita ga perlu memaksakan diri mencari sutroh kalo jaraknya terlalu jauh untuk kita berjalan. Hal yang serupa juga bisa diterapkan pada kasus kedua, wallohu a’lam.
Pelajarannya, ngamalin sunnah harus semangat, tapi tetap perhatikan batasan-batasan yang ada. Tapi, gimana cara nyari tau batasannya? Ya belajar. So, semangat belajar ya teman-teman, tuntut ilmu agama ini karena ilmu inilah yang akan membawa kebahagian bagi kita di dunia dan akhirat bila kita mengamalkannya. Hamasah!!!
Jun 02, 2011 @ 20:44:17
>> http://kebenaranhanya1.wordpress.com/2011/06/02/sutroh-pembatas-dalam-sholat/
Jun 15, 2011 @ 14:42:47
Syukron..