Maafkanlah..

Reseh, kurang ajar, huh, &^%#@%&$#@^$*&!* dan mungkin sederet kata celaan dan makian yang akan keluar dari lisan kita ketika kita mendapat perlakukan zholim dari orang lain, atau minimalnya rasa marah dan kesal dalam hati yang tak terungkap dengan kata-kata. Wajar, sungguh wajar, karena demikianlah keadaan keumuman manusia, tidak suka dah bahkan marah jika dirinya dizholimi, di sakiti..

Akan tetapi, adakah sikap yang lebih baik dari itu? Ada, tentu ada. Yaitu bersabar, kemudian memaafkan orang yang menzholimi kita, bahkan doakanlah kebaikan untuknya. Ada banyak dalil dalam Islam yang menganjurkan agar kita tidak membalas keburukan dengan keburukan, dan sebaliknya justru membalas keburukan dengan kebaikan. Akan tetapi, bukan dalil-dalil itu yang akan disampaikan di sini. Di sini aku hanya ingin menyampaikan sebuah alasan mengapa kita sebaiknya memaafkan orang yang menzholimi kita, sebuah alasan yang secara alami ada pada diri-diri kita.

Kita, siapapu itu, tentu tidak akan lepas dari roda keadaan yang terus berputar, terkadang senang terkadang susah, terkadang lapang terkadang sempit, terkadang iman kuat dan terkadang iman lemah, dan sebagainya. Maka khusus untuk dua keadaan yang aku sebutkan terakhir, yaitu terkadang iman kuat dan terkadang iman lemah itu lah yang akan aku bahas di sini.

Pernahkan kita merasakan, bahwa kita terkadang ternyata melakukan suatu kesalahan yang kita tahu itu kesalahan, bahkan kita pun pernah mengingatkan orang lain agar tidak melakukan hal yang demikian, namun justru kemudian kita sendiri melakukannya, mengapa bisa? Tidak lain kecuali karena iman kita yang sedang lemah, atau dengan kata lain kita sedang futur.

Dan dalam keadaan futur yang demikian, bisa jadi kita menzholimi orang lain, lantas apakah yang kita butuhkan saat itu? Tentu bukanlah celaan yang kita butuhkan, bukan pula makian dan doa keburukan, akan tetapi yang kita butuhkan adalah dorongan, nasihat, dan minimalnya doa dari orang lain agar Alloh memperbaiki keadaan kita. Maka jika hal demikian yang kita inginkan, maka berilah orang lain hal yang demikian pula. Yaitu, maafkanlah mereka yang menzholimi kita, karena bisa jadi hal itu dia lakukan karena dia sedang lemah iman, maka doakan kebaikan untuknya.

Terlebih, di lain sisi telah nyata sebuah kaidah, bahwa tidak ada setiap musibah (termasuk sikap zholim orang lain atas diri kita) yang terjadi pada diri kita, melainkan hal yang demikian terjadi atas kesalahan tangan kita sendiri. Bisa jadi, kezholiman yang kita terima dari orang lain adalah hukuman yang Alloh berikan atas dosa-dosa kita di masa lalu, yang jika kita menerima musibah tersebut dengan sabar tentu akan menghapuskan dosa-dosa kita. Maka cobalah liat sisi ini saat kita marah pada orang yang  menzholimi kita, maka kita akan melihat justru orang itu telah menjadi perantara untuk sebuah musibah yang jika kita bersabar atasnya, maka justru akan menghapuskan dosa kita. Akan tetapi, bukan berarti aku membenarkan sikap zholim orang tersebut, bukan berarti pula kita kemudian secara sengaja mencari-cari cara agar orang lain menzholimi kita.

Dan, aku tahu ini sulit, karena sekali lagi, umumnya manusia sulit menerima jika disakiti, kecuali bagi yang bener-benar bisa mengendalikan diri, maka keluarlah dari keumuman keadaan manusia ini. Yaitu, bila engkau dizholimi, maka sabarlah, minta ampun kepada Alloh atas dosamu dan dosanya, dan berdoalah agar Alloh memperbaiki keadaan diri-diri kita sesama kaum muslimin..

(Jika hal ini ingin diperluas, maka terkadang kita melihat saudara kita yang sedang futur, dan meskipun dia tidak menzholimi kita, maka hendaklah bantu dia dengan minimal mendoakan kebaikan untuknya, karena hal itulah yang sedang dia butuhkan, bukan sikap menjauhinya, mencela, merendahkannya, mengghibahnya, atau sikap-sikap negatif lainnya, wallohu a’lam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog yang laen:

kaptenbombay.wordpress.com salafyipb.wordpress.com waroengbombay.wordpress.com

Renungkan!!!

Wahai ikhwan abal-abal yang hobinya tebar-tebar pesona!! Apalah gunanya engkau dikenal oleh banyak akhwat di dunia bila tak satu pun bidadari surga yang sudi bahkan untuk sekedar melihat wajahmu?!

Maaf…

Pesan ini ditujukan kepada siapapun yang pernah berinteraksi dengan saya. Jika saya ada salah dalam bentuk apapun, maaf ya.. Dan jika ada praduga dan prasangka di hati anda, tak perlu sungkan untuk mengklarifikasikannya ke saya, ke didi_palaz@yahoo.com. Demikian juga bila ada kritik, saran, atau yang lainnya...
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.