Resah
22 Mar 2012 Leave a Comment
in Serius
Kemarilah, kita mendekat kepada Allah
Ke tempat keselamatan yang di dalamnya tak ada lelah
Bahkan melalui jalan yang paling cepat dan mudah
Yaitu dengan menjaga waktumu
Karena sungguh, engkau berada di antara dua waktu
Yang sekarang, antara yang akan datang dan yang telah berlalu
Adapun waktu yang lalu, dari dosa dan maksiat
Maka perbaikilah dengan istighfar dan tobat
Dan yang demikian tidaklah sulit
Hanya saja butuh pada kemauan yang tidak sedikit More
Untukmu yang masih lajang
13 Jan 2012 Leave a Comment
in Serius
Dahulu, saat aku masih kuliah, saat aku masih lajang, saat aku masih memiliki banyak waktu luang, yang dapat digunakan untuk belajar agama untuk bekal kehidupan di masa depan, ada yang membisikkan pikiran ini kepadaku,
“Sudah, belajarnya agamanya nanti saja, kalo sudah nikah, sekarang kan masih kuliah, maka kuliah aja yang bener, cepet lulus, cepet kerja, cepet nikah deh, baru belajar. Sekarang mah manfaatkan waktu buat ilmu dunia dulu, sekalian ngembangin jaringan buat karier nanti, ikut organisasi ini oragnisasi itu…”
Dan sekarang, dengan yakin aku katakan, “ITU ADALAH BISIKAN SYAITON!!!” More
Bid’ah hasanah [?]
16 Dec 2011 Leave a Comment
in Serius
Bismillahirrohmanirrohim
Sebagai komsekuensi dari kalimat “Seharusnya dalam sebuah perdebatan, pihak penentang melakukan bantahan terhadap dalil-dalil yang diajukan oleh pihak lawan, sebagaimana diterangkan dalam ilmu Ushul Fiqih. Apabila pihak penentang tidak mampu mematahkan dalil-dalil pihak lawan, maka argumentasi pihak tersebut harus diakui benar dan shohih”, maka saya akan menulis argumen-argumen saya berikut ini, untuk membantah para pendukung bid’ah hasanah.
Sebagai pembuka, mari kita mengingat empat istilah berikut ini, yaitu sunnah dan bid’ah, secara bahasa dan istilah.
Sunnah secara bahasa diartikan dengan perilaku dan perbuatan, baik perbuatan yang diridhai atau pun tidak. Sedangkan menurut istilah, sunnah adalah segala sesuatu yang datang dari Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun pengakuan.
Adapun bid’ah secara bahasa artinya sesuatu yang baru yang tidak ada contoh sebelumnya. Sedangkan secara istilah, bid’ah maknanya sesuatu yang baru di dalam agama yang tidak pernah disyariatkan oleh Alloh dan Rosul-Nya atau suatu cara yang diadakan (dibuat-buat) oleh orang di dalam agama Islam yang menyerupai syari’at untuk tujuan beribadah kepada Alloh.
Kemudian, kita ulang kembali hadits mengenai kesesatan bid’ah, hadits yang seringkali diucapkan di awal-awal khutbah.. More
Kumpulan SMS Tausiah Jilid 5
20 Jun 2011 Leave a Comment
in Serius
1. Malas itu ujian, karena Alloh ingin melihat upaya kita untuk keluar darinya. Istiqomah itu ujian, karena Alloh ingin melihat sejauh mana kita bertahan di dalamnya. Marah itu ujian, karena Alloh hendak menguji semampu apa kita menahan diri darinya. Sabar itu ujian, karena Alloh hendak menguji seberapa kuat kita menjaganya dalam diri kita. Lelah itu ujian, karena Alloh tengah membedakan kita dengan mereka yang lalai. Santai pun ujian, karena Alloh tengah menanti upaya kita untuk menyadari betapa buruknya bersantai di tengah terangnya cahaya keimanan. Semuanya ujian, maka tetaplah menjadi cahaya bagi dirimu dan orang-orang yang memerlukannya. Jagalah cahayamu, karena ia akan selalu menerangimu di saat hatimu sedang kelabu.. More
Kumpulan SMS Tausiah Jilid 4
31 Jan 2011 2 Comments
in Serius
1. Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Duhai orang-orang yang memiliki ilmu, amalkanlah ilmu kalian. Orang yang berilmu secara hakiki hanyalah orang yang mengamalkan ilmu yang dia miliki sehingga amalnya selaras dengan ilmunya. Suatu saat nanti akan muncul banyak orang yang memiliki ilmu namun ilmu tersebut tidaklah melebihi kerongkongannya sampai-sampai ada seorang yang marah terhadap muridnya karena ngaji kepada guru yang lain.” Al Adab Asy Syar’iyyah, 2/53
2. Sesungguhnya ilmu itu dicari seiring dengan perjalanan siang dan malam. Barangsiapa yang ingin mendapatkan segudang ilmu secara tiba-tiba, niscaya ilmu yang diperolehnya akan cepat hilang. (Imam Az-Zuhri)
3. Dari Abu Dzar Rodhiyallohu’anhu berkata: “Sahabatku Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam menasihatiku dengan empat perkataan yang sangat aku sukai. Beliaupun bersabda: ‘Wahai Abu Dzar! Kemudikanlah perahumu, sesungguhnya laut itu sangat dalam. Perbanyaklah perbekalan, sesungguhnya perjalanan itu masih panjang. Ringankanlah beban di atas pundakmu, sesungguhnya jalan di perbukitan sangat memberatkan. Dan ikhlaslah engkau dalam bekerja, sesungguhnya orang yang mengkritik senantiasa mengawasi.’” More
Jawaban sang anak..
09 Jan 2011 2 Comments
in Serius
Jawaban anak atas surat dari ibunya..
Kepada yang tercinta bundaku tersayang…
Segala puji bagi Alloh yang telah memuliakan kedudukan orang tua, dan menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi yang mulia, keluarga serta para Sahabatnya hingga hari kiamat, aamiin…
Ibu…
Aku terima suratmu yang engkau tulis dengan tetesan air mata dan duka, aku telah membacanya, semuanya, tidak ada satu huruf pun yang tersisa…
Tapi tahukah engkau ibu, aku membacanya semenjak selepas sholat isya, aku tutup pintu kamar, aku buka surat yang engkau tuliskan untukku, dan baru aku selesaikan mebacanya setelah ayam berkokok, setelah fajar telah terbit, dan adzan pertama telah dikumandangkan…
Sebenarnya lah surat yang engkau tulis tersebut jika ditaruh di atas batu tentu dia akan pecah, jika engkau letakkan di atas daun yang hijau tentu ia akan kering… More
Dahsyatnya kematian!
06 Jan 2011 Leave a Comment
in Serius
Mari kita merenungi hadits Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam berikut, hadits yang cukup panjang, bercerita tentang kematian yang tentu semua kita akan mengalaminya, maka bacalah dengan tidak terburu-buru, dan renungilah, semoga Alloh Subhanahu wa ta’ala memahamkan kita pada agama-Nya..
Dari Al Barro’ bin ‘Azib, dia berkata: “Kami pernah pergi bersama Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam mengiringi jenazah salah seorang dari kaum Anshor. Kami pun sampai di kuburan. Setelah jenazahnya dimasukkan ke liang lahad, Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam duduk (dengan menghadap kiblat) dan kami ikut duduk di sekeliling beliau dalam suasana yang sangat hening dan mencekam. Seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Di tangan beliau terdapat tongkat yang beliau entakkan ke tanah. (Kemudian, beliau melihat ke langit dan ke bumi. Beliau juga mengangkat dan menurunkan pandangannya sebanyak tiga kali). Selanjutnya, beliau bersabda: “Mohonlah perlindungan kepada Alloh dari adzab kubur’, sebanyak dua atau tiga kali. (Beliau pun berdo’a: ‘Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur’) (tiga kali). More
Kutitip surat ini untukmu..
06 Jan 2011 1 Comment
in Serius
Wahai anakku…
Kutulis risalah ini…
Dari tangan seorang ibu yang merana…
Yang ditulisnya dengan rasa malu…
Dalam kegelisahan dan lamanya penantian…
Lama dipegangnya pena ini…
Hingga berlinang air matanya… More
Risalah pernikahan
05 Dec 2010 4 Comments
in Serius
Akhi, ukhti, ini hanyalah sebuah tulisan ringan, sebagai bahan renungan tentang makna sebuah pernikahan. Jika kemudian ternyata apa yang aku tulis ini adalah sebuah kesalahan, maka buanglah, tak perlu kalian hiraukan, namun jika yang aku tulis ini memberi manfaat pada kalian, maka segala puji hanya bagi Alloh Robb semesta alam.
Ahki, ukhti, aku ingin membangun tulisan ini dengan sebuah perumpamaan, yaitu perumpamaan yang menggambarkan rumah tangga sebagai sebuah kapal yang berlayar mengarungi samudera kehidupan, menuju sebuah pulau idaman setiap muslim, surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan inilah perumpamaan-perumpamaan itu.
Pertama, hal paling dasar yang perlu kalian miliki dalam membangun kapal ini adalah ilmu. Bagaimana mungkin seseorang mampu membangun kapal padahal dirinya tidak memiliki ilmu? Tentu kita tidak ingin seperti yang disebutkan dalam sebuah syair,
Engkau menginginkan sesuatu tapi tak menempuh caranya
Lantas bagaimana mungkin kapal bisa berlayar di gurun sahara More